Gallery

.

"Yakinkan Diri Dengan Doa, Maksimalkan Karya Dengan Usaha, Pastikan Sampai Pada Cita-Cita - Yakin Usaha Sampai-."

Senin, 11 April 2016

Jika Saat itu Presidennya Bukan Gus Dur, Indonesia Hancur

gusdurMusliModerat.Com - Di akhir tahun 1998 Gus Dur rawuh (datang) di Wonosobo. Saat itu sedang ramainya era reformasi, beberapa bulan setelah Pak Harto jatuh. Dan ini terjadi beberapa bulan sebelum Gus Dur menjadi orang nomer satu di Negeri ini. Beliau masih menjabat sebagai Ketua PBNU.
Bertempat
di Gedung PCNU Wonosobo, Gus Dur mengadakan pertemuan dengan pengurus NU dari Wonosobo, Banjarnegara, Pubalingga, Kebumen, Temanggung dan Magelang. Tentu saja semua kiai ingin tahu pendapat Gus Dur tentang situasi politik terbaru. Penulis hadir di situ walaupun bukan kiai, dan duduk persis di depan Gus Dur. Penulis lah yangmenuntun Gus Dur menaiki Lantai 2 PCNU Wonosobo.
“Pripun Gus situasi politik terbaru?” tanya seorang kiai.
“Orde Baru tumbang, tapi Negeri ini sakit keras.” kata Gus Dur.
“Kok bisa Gus?”

Senin, 04 April 2016

''Transaksi Kilat Sumber Waras'' Upaya Kriminalisasi Kebijakan Atau Murni Korupsi?

Tulisan Dr. Reda Manthovani, SH,.LLM (Staf Pengajar FH Universitas Pancasila Jakarta)

matovaniJakarta, GATRAnews-Membaca artikel di kolom hukum Majalah Gatra Edisi No.50 Tahun XXI 15-21 Oktober 2015 hal. 26 yang berjudul “ Transaksi Kilat Sumber Waras”, penulis tergelitik untuk memberikan opini pribadi sebagai akademisi di bidang hukum pidana.

Berdasarkan informasi yang didapat dalam artikel tersebut, terungkap bahwa pada 14 November 2013 Yayasan Kesehatan Sumber Waras (YKSW) telah menjual tanahnya yang berstatus HGB seluas 36,410 meter persegi ke Ciputra Karya Utama (CKU). Tanah ditawarkan dengan harga Rp.15,5 juta per meter persegi atau total senilai Rp.564,355 milyar, dengan syarat agar YKSW mengubah izin peruntukan tanah menjadi area komersial.

Minggu, 03 April 2016

Niat dan Perbuatan Jahat Dalam Tindak Pidana Korupsi

Oleh: Hikmahanto Juwana

18423391-3foto34780x390JAKARTA, KOMPAS - Denny Indrayana, mantan Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, dan sejumlah pegiat anti korupsi lain dijadikan tersangka tindak pidana korupsi oleh penyidik pada Direktorat Tindak Pidana Korupsi Badan Reserse Kriminal Polri.

Penyidik menyangka adanya kerugian negara yang diakibatkan proyek paspor elektronik atau payment gateway. Sementara Denny Indrayana mengatakan, sistem yang dibangun bertujuan agar praktik percaloan pengurusan paspor dapat diberantas, dan masyarakat nyaman dan tidak perlu antre dalam pengurusan paspor mereka.

Rabu, 30 Maret 2016

Dianggap Jadi Masalah di Sistem Peradilan, Aturan Prapenuntutan Diuji ke MK

KUHAP

Jakarta - Sejumlah lembaga pegiat hukum saat ini tengah mengajukan uji materi beberapa pasal dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) ke Mahkamah Konstitusi. Salah satu yang diuji adalah menyangkut pola koordinasi penyidik dengan penuntut umum dalam proses peradilan pidana yang dikenal dengan Prapenuntutan.

Selasa, 29 Maret 2016

Modul Tentang Gratifikasi ?

 

Modul-1-e1445339043403Komisi Pemberantasan Korupsi- Dalam materi pembelajaran Apa Itu Gratifikasi, berisi mengenai latar belakang dilakukannya Pengendalian Gratifikasi apabila dilihat dari Aspek Yuridis dan Sosiologis, contoh penerapan prinsip-prinsip pengendalian Gratifikasi, serta pembahasan mengenai terminologi Gratifikasi. Adapun cakupan materi yang akan dipelajari pada modul ini, yaitu:

  1. Aspek Yuridis Gratifikasi
  2. Aspek Sosiologis Gratifikasi
  3. Definisi Gratifikasi Menurut Pasal 12B Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001
  4. Prinsip-prinsip Dalam Pengendalian Gratifikasi

Senin, 28 Maret 2016

Program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) di SMPN 2 TAPAKTUAN

IMG_20160328_081719Pada hari Senin tanggal 28 Maret 2016 sekira pukul 07.30 Wib, bertempat di SMPN 2 Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan telah diselenggarakan kegiatan Jaksa Masuk Sekolah oleh Kejaksaan Negeri Tapaktuan. Dalam kegiatan tersebut Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Tapaktuan bertindak sebagai pembina upacara dalam upacara bendera yang diikuti oleh 200 (dua ratus) siswa dari kelas VII s/d kelas X SMPN 2 Tapaktuan.
Kasi Intel Kejari Tapaktuan menyampaikan tentang bahaya narkoba. Daya rusak narkoba sangat luar biasa, merusak karakter manusia, merusak fisik, dan kesehatan masyarakat, serta dalam jangka panjang berpotensi besar